Categories
Berita Umum

Menanti Sosok Pemimpin Ideal Kita

Menanti Sosok Pemimpin Ideal Kita

Oleh : Irwan Hidayat*

Pemilukada adalah satu mekanisme demokrasi untuk melahirkan pemimpin yang betul-betul memiliki karakter dan bisa memimpin rakyatnya dengan seadil-adilnya. Seperti yang dicontohkan para pemimpin Islam yang telah membuat rakyatnya menjadi sejahtera. Pertanyaannya, sosok seperti apa pemimpin yang kita nantikan? Ciri-ciri pemimpin muslim sejati adalah tidak tirani, adil dan tidak korup. Sebab seorang pemimpin negara dalam Islam adalah Khalifah an-Nubuwwah, artinya menggantikan tugas Nabi SAW baik dalam urusan duniawi, agama maupun negara. Ia harus mengerti ilmu agama sekaligus politik.

Sehingga, penguasa negara yang ideal dalam Islam adalah kombinasi umara-ulama. Sebab pemimpin yang demikian adalah adil dan beradab. Adil adalah syarat utama menjadi penguasa yang ideal. Konsep adil dalam Islam adalah memihak kepada yang benar dan membetulkan yang salah. Dalam Islam, kepemimpinan merupakan salah satu elemen penting. Wajib hukumnya mengangkat satu orang amir (pemimpin) dalam suatu komunitas masyarakat, agar komunitas sosial tersebut mampu menegakkan kebenaran dan keadilan.

Sebab penegakan keadilan tidak mungkin dicapai kecuali dengan otoritas seorang pemimpin. Rasulullah SAW bersabda: Tidak boleh bagi tiga orang berada dimanapun di bumi ini, tanpa mengambil salah seorang di antara mereka sebagai amir (pemimpin). Peran penting pemimpin dalam Islam ini menunjukkan, bahwa ilmu politik (al-siyasah) adalah urgen bagi umat Islam dan dalam fiqh al-siyasah hukum mempelajarinya adalah fardhu kifayah. Ibnu Taimiyah mengatakan, pentingnya mengangkat pemimpin disebabkan karena tanpa seorang pemimpin tidak akan tercipta ketenangan, ketentraman dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dengan terealisasinya kemaslahatan tersebut, masyarakat Islam akan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, kewajiban seorang penguasa bukan hanya menjaga kebutuhan materi masyarakat, akan tetapi lebih dari itu, memelihara ketentraman sosial dan kebenaran menjalankan agama, agar selalu dalam susana kondusif. Ia melindungi jasmani rakyatnya, juga menguatkan rohaninya agar sesuai syariah. Karena peran inilah, seorang amir dalam perspektif Islam memegang posisi yang sangat menentukan masa depan rakyat yang dipimpin. Maka, dalam fiqh al-siyasah seorang pemimpin disebut khalifah al-nubuwwah pengganti Nabi baik dalam urusan dunia, agama atau negara. Maka sistem yang dipegang seorang pemimpin juga harus kuat.

Perpaduan yang ideal antara sistem dan pemimpin akan membawa rakyat pada kehidupan makmur dan berkualitas. Dalam kaca mata Islam, kepemimpinan memiliki ciri khas tersendiri. Yaitu keharusan adanya seorang pemimpin dalam seluruh perkara, apalagi perkara besar seperti negara. Sebab tidak akan ada gunanya pelaksanaan suatu sistem apabila tidak ada orang yang memimpin pelaksanaan sistem tersebut. Dalam al-Siyasah al-Syariyah Ibnu Taimiyah memberi petunjuk, memilih pemimpin bukan atas dasar golongan dan hubungan kekerabatan. Akan tetapi masyarakat harus mengutamakan profesionalitas dan amanah. Syarat kredibilitas dan amanah seorang pemimpin oleh Imam Al-Ghazaliy dalam al-Tabru al-Masluk fi Nashihati al-Muluk dimaknai sebagai seorang yang berbuat adil di antara masyarakat, melindungi rakyat dari kerusakan dan kriminalitas dan tidak zalim (tirani).

Imam Al-Mawardi memberi persyaratan lebih rinci. Seorang pemimpin haruslah memenuhi kriteria: Pertama, memiliki integritas. Kedua, penguasaan dalam bidang ilmu negara dan agama, agar menentukan kebijakan ia bisa berijtihad dengan benar. Ketiga, sehat panca inderanya (mata, pendengaran, lisan tidak terganggu yang dapat menghalangi ia menjalankan tugas). Keempat, tidak cacat yang dapat mengganggu tugas. Kelima, pemberani memiliki keahlian siasat perang. Keenam kemampuan intelektual untuk mengatur kemaslahatan rakyat dan terakhir adalah berasal dari nasab qurays.

Beberapa ulama memberi kelengkapan syarat, yaitu seorang pemimpin mesti mewarisi sifat-sifat Nabi Muhammad SAW seperti jujur, cerdas (memiliki pengetahuan dan kecakapan dalam memimpin), amanah (dapat dipercaya), dan tabligh (mampu berkomunikasi baik dengan semua orang dari berbagai strata sosial). Ciri kepemimpinan Rasul ini menurut para ulama harus dimiliki karena, seorang pemimpin dalam perspektif Islam berposisi sebagai Khalifah al-Nubuwwah. Selain itu, potret kehidupan para khalifah terdahulu yang penuh kesadaran dan kesederhanaan menjadi kaca bagi para pemimpin saat ini. Khalifah Umar bin Khattab RA misalnya, setiap malam berkeliling Kota Madinah memastikan rakyatnya aman dan terpenuhi kebutuhan makanannya. Dalam Dinasti Umayyah, sosok Umar bin Abdul Aziz, yang masyur dengan julukan Umar Kedua karena sifat dan karakternya mewarisi Umar bin Khattab RA, terkenal dengan zuhud dan wara-nya. Kekhilafahannya saat itu mencapai zaman keemasan akan tetapi ia tidak larut dan lalai menikmati kekayaan negaranya. Kesederhanaannya itu dibuktikan dengan kesahajaan memegang harta. Harta pribadi dan keluarganya diserahkan ke Baitul Mal.

Secara umum dapat disimpulkan, sosok figur pemimpin ideal menurut perspektif Islam adalah; calon pemimpin haruslah seorang muslim yang konsisten menjalankan perintah agama (istiqamah) dan tidak tirani berbuat zalim sebagaiman disyaratkan oleh al-Ghazali. Syarat ini oleh Imam al-Mawardi disebut adalah, seorang kafir juga tidak sah menjadi kepala negara, sebagaimana dijelaskan dalam surat (al-Nisa : 141). Jika pemimpin itu seorang muslim yang istiqamah dan bertakwa, maka dalam menjalankan kepemimpinan ia pasti amanah. Persyaratan selanjutnya adalah merdeka, (bukan budak), karena seorang pemimpin tidak boleh di bawah bayang-bayang kekuasaan orang lain. Syarat lainnya adalah tafaqquh fi al-din (memiliki pengetahuan dan pemahaman agama yang baik). Sebab menurut al-Mawardi, kepala negara tidak hanya menguasai ilmu politik tapi juga harus menguasai agama layaknya ulama, dalam istilah lain seorang pemimpin negara itu harus umara sekaligus ulama.

Kolaborasi negarawan dan agamawan merupakan keharusan untuk menciptakan suasana aman, damai, dan sejahtera serta berjalan dalam koridor agama (Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur). Jika pengetahuan agamanya belum memadai, maka ia harus memiliki penasihat keagamaan, atau wakilnya adalah seorang ulama.

*Penulis adalah Asli Kelahiran Sumenep dan Mahasiswa IAIN Jember

Categories
Berita Umum

BMI Himbau KPU Jangan Jadi Drakula Penyebar Virus Covid-19

BMI Himbau KPU Jangan Jadi Drakula Penyebar Virus Covid-19

Bolehnya Pemilukada menggelar konser disikapi serius oleh Bintang Muda Indonesia. Sayap demokrat ini menghimbau agar KPU jangan sampai jadi seperti drakula penyebaran virus covid-19. “Tolong KPU memihak pada segala upaya mencegah penyebaran virus ganas ini, BMI selalu menekankan agar Kader berusaha tak dalam kerumunan kampanye dan ini sangat berbahaya” ujar Aditya Utama, Wasekjen DPN BMI

BMI menilai agenda besar penghentian penyebaran virus covid-19 diantaranya adalah Agar Pilkada diikuti dengan menjaga protokol kesehatan terlebih beberapa kandidat ditemukan terkena virus covid-19

“Perjuangan kita melawan covid-19 adalah perjuangan orang – orang yang sama bobot perjuangannya agar demokrasi tumbuh dengan baik di daerah jadi memperketat penjagaan protokol kesehatan sama pentingnya dengan suksesnya Pilkada”ujar Wasekjen DPN BMI itu

Categories
Berita Umum

Srikandi MA, GEMURA dan APN Hadir Di Deklarasi Dukung Duet MA-JU di Pilkada Surabaya

Srikandi MA, GEMURA dan APN Hadir di deklarasi KIP Dukung Mahfudz Arifin

Kader dari Srikandi MA, GEMURA dan APN Hadiri Deklarasi KIP Progo 5 Dukung Mahfudz Arifin-Mujiaman

Dalam deklarasi itu dihadiri oleh Calon Wakil Walikota Surabaya dan secara virtual dihadiri oleh Mahfudz Arifin Mantan Kapolda Jatim yang kini maju Pilwali Surabaya

Deklarasi yang bertempat di Hotel Bidakara itu berlangsung dengan protokol kesehatan dan diisi dengan penyampaian di layar tentang testimoni sejumlah tokoh tentang Mahfudz Arifin mulai Dahlan Iskan, Soekarwo, Tito Karnavian, Kyai Kholil As’ad dan lainnya

Categories
Berita Umum

Tokoh Muda NU dan Muhammadiyah Dukung Forpindo Berdiri

Tokoh Muda NU dan Muhammadiyah Dukung Forum Pemuda Indonesia (Forpindo) Berdiri

Jakarta – Forum Pemuda Indonesia (Forpindo) didirikan Sabtu 8 Agustus 2020 oleh dua tokoh pergerakan Jack TW. Tumewan dan Elhan Zakaria di Bundaran HI Jakarta. Kehadiran ini mendapat respon positif dan dukungan dari tokoh muda dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

RB. Syafrudin Budiman, SIP, Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah/Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) periode 2006-2008 menyatakan, mendukung berdirinya Forpindo ditengah mati surinya gerakan kepemudaan. Malahan kata pria yang disapa Gus Din ini, gerakan pemuda hari ini kurang produktif dan terjebak pada individualitik dan kapitalisme moderen.

“Kami mendukung berdirinya Forpindo sebagai wadah persatuan pemuda Indonesia yang menghimpun semua kekuatan pemuda. Dimana ini menjadi upaya penguatan karakter gerakan pemuda yang progresif, terbuka dan visoner terhadap pembangunan bangsa,” kata Gus Din dalam siaran persnya, Jumat (04/09/2020).

Aktivis IMM yang pernah berorganisasi dari Komisariat sampai DPP IMM ini menyerukan, seluruh pemuda harus bersatu dalam wadah gerakan. Katanya, apabila pemuda menyatu akan menjadi kekuatan pressure group yang kuat terhadap pemerintah dan keterlibatan kemajuan Indonesia.

“Pemuda harus memiliki karakter kebangsaan sebagai agen perubahan dan pencerahan. Melalui transformasi informasi dan kultur kebudayaan nasional. Karakter pemuda harus intelektual, religiusitas dan progresifitas,” tandas Gus Din Mantan Kabiro Politik DPD KNPI Jawa Timur ini.

Selanjutnya, Anas Toha, S.Ag, Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur juga menyatakan mendukung berdirinya Forpindo sebagai wadah konsolidasi pemuda  di Indonesia. Apalagi katanya, gerakan pemuda yang ada hanya sebatas formalitas semata dan kurang membumi gerakannya.

“Hari ini kita bisa lihat gerakan pemuda melemah dan kurang membumi ke masyarakat. Oleh sebab itu saya mendukung berdirinya Forpindo sebagai oto-kritik terhadap gerakan pemuda yang mandek,” tegasnya.

Menurutnya wadah pemersatu pemuda, yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terbelah menjadi 3 kepengurusan dan tak jelas arahnya. Hal ini kata Anas sapaan akrabnya, bahwa arah gerakan pemuda kurang kongkrit dan terjebak pada kepentingan-kepentingan sempit semata.

“Saya berharap Forpindo hadir memberikan solusi dan menguatkan komitmen pemuda tentang kebangsaan dan keberagaman. Forpindo bisa mengambil ruang kosong yang selama ini ditinggalkan pemuda, yaitu kepedulian, kebersamaan dan komitmen diri pemuda mengawal bangsa,” tandas Tokoh Muda NU ini.

Sementara itu Jack TW. Tumewan, saat dihubungi Jumat (04/09/2020) mengatakan, Forpindo lahir atas dasar dorongan yang kuat pemuda pemudi millenial seluruh Indonesia. Kesamaan pola pikir, pandangan kedepan dan tujuan untuk membangun Indonesia yang maju berdaya saing dan disegani dunia menjadi tolak ukur utama.

Menurut Ketua Umum Benteng Jokowi ini, Forpindo menjadi pemantapan pemuda pemudi di daerah untuk memunculkan pemimpin-pemimpin daerah yang mampu menjadi pemimpin terbaik untuk daerahnya. Bukan hanya itu, kepemudaan akan mampu mengangkat elektabilitas dari sisi ekonomi rill masyarakat yang berkesinambungan, seperti dari sisi ekonomi kerakyatan yang mengadopsi industri digital millenial jenjang 4.0.

“Seperti halnya Ir. Joko Widodo, sebelum beliau menjadi Presiden RI, beliau menjadi Walikota Solo dengan usia Millenial. Maka dari itu Forpindo lahir untuk menjadi kawah candra dimuka bagi generasi millenial untuk menjadi pemimpin masa depan yang siap,” terang pria yang disapa Bung Jak ini.

Katanya, Forpindo didirikan oleh Jack TW. Tumewan, Ketua Umum Benteng Jokowi (Bejo) dan Elhan Zakaria, Ketua Umum Generasi Muda Cinta Tanah Air. Selanjutnya kata Jak sapaan akrabnya, Forpindo adalah penggabungan ide pemikiran cerdas dengan melihat bangsa ini kedepan.

“Akibat efek negatif pileg dan pilpres 2019 yang lalu yang melahirkan banyak pandangan harus diselesaikan. Hal ini harus disatukan langkah kedepan antara pendukung 01 dan 02, karena 01+02=03 Persatuan Indonesia,” terangnya.

Menurutnya, Forum Pemuda Indonesia ini menjadi ciri dari semangat Bapak Presiden kita Jokowi, yang millenial, serta mengedepankan anak-anak muda untuk menduduki jabatan penting di pemerintahan. Dimana mengedepankan keunggulan keunggulan pemuda dalam bidang bisnis dalam rangka menghadapi era global.

“Pak Jokowi adalah Presiden representatif mewakili kalangan muda, karena itu ini menjadi pokok pikiran bahwa pemuda bisa tampil di depan. Baik itu di pemerintan maupun di luar pemerintahan, bersama-sama memajukan Indonesia,” jelas Jack.

Sementara itu Elhan Zakaria mengatakan,  dirinya melihat sosok Ksatria Prabowo Subianto, perjuangannya membangun Indonesia untuk memakmurkan negeri tiada henti, melalui pengembangan UMKM dan peningkatan entrepreneurship dikalangan pemuda Indonesia. Dirinya berpikir hal ini harus diadopsi oleh millenial, maka dari itulah dia bersepakat dengan Bung Jak untuk mendirikan dan mendeklarasikan Forpindo.

Kata Elhan sapaan akrabnya, sungguh unik dalam struktur Forpindo dan ini yang menjadi alasan khusus sehingga membludaknya permintaan KTA, sebelum dideklarasikan. Alasan millenial bergabung salah satunya, karena adanya sebutan Presiden Pemuda Indonesia.

Bahkan menurut Elhan, bukan hanya tingkat nasional, tingkat provinsi pun disebut Gubernur Pemuda Indonesia Provinsi. Selain itu juga untuk tingkat kabupaten / kota disebut Bupati Pemuda Indonesia Kabupaten dan Walikota Pemuda Indonesia Kota.

“Saya dipastikan sususan kepengurusan mengikuti sesuai dengan susunan pemerintahan yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan menjadikan brainwash untuk pemimpin masa depan sehingga jiwa leadership terpatri sejak dini,” jabarnya.

Perlu diketahui sebagai pendiri organisasi Forpindo, Bung Jak dan Elhan sangat berterimakasih sebesar-besarnya kepada generasi muda millenial dari seluruh Indonesia yang sudah menghubungi dan turut mendukung atas pen-deklarasian FORPINDO pada ini.  Struktur yang sudah ada di seluruh provinsi, terbuka lebar selebar lebarnya untuk terus memupuk kekuatan Pemuda Pemudi di Daerah.

“Struktur dari seluruh Indonesia sudah ada dan saat ini sedang dalam peng-sinergi-an dan pemantapan saja untuk menjaring calon calon Bupati Pemuda dan Gubernur Pemuda,” terang Elhan.

Sementara untuk Presiden Pemuda Indonesia, sampai saat ini sudah masuk 21 nama dari kalangan putra putri tokoh bangsa, putra putri aktivis, dan putra putri mahasiswa dan siswa. Namun peraturan dari pendiri Forpindo, khusus untuk Presiden Pemuda Indonesia, harus berusia dibawah 40 Tahun, karena 5 tahun menjabat akan 45 tahun dan naik menjadi penasehat.

“Sedangkan untuk struktur lainnya, yang berusia diatas 40 tahun menjadi dewan penasehat, dewan pembina, atau dewan pakar. Bagi yang berminat bergabung silahkan hubungi email FORPINDO di forpindo.info@gmail.com ,” pungkas Elhan. (red)

Teks Foto: Anas Toha, S.Ag Mantan Aktivis PMII Jawa Timur bersama RB. Syafrudin Budiman, SIP Mantan Ketua DPP IMM dalam sebuah acara di Jakarta, Senin (17/08/2020). Foto: Swafoto Gus Din.

Categories
Berita Umum

Pelatihan Kader BMI Tekankan Materi Media Sosial

*Pelatihan Kader BMI Tekankan Materi Media Sosial*

Banten – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesia (BMI) Provinsi Banten menggelar pelatihan kader yang berlokasi di Baylis House Hotel, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Minggu (23/8/2020)

Setelah di hari pertama peserta dibekali materi tentang keorganisasian, ideologi, dan kenegaraan. Di hari kedua ini, peserta juga dibekali materi tentang strategi pemanfaatan media sosial untuk kepentingan organisasi.

“Pelatihan hari pertama kemarin lebih fokus pada materi yang berbasis teori dan analisis, sedangkan di hari kedua ini kita fokus pada pembekalan materi tentang skil membangun gagasan di ruang publik utamanya dengan memanfaatkan media sosial,” ungkap Candra Kusuma, selaku ketua panitia acara.

Candra menjelaskalenyertaan materi tentang media sosial dimaksudkan agar kader BMI semakin mampu membiasakan diri memanfaatkan media sosial untuk menyerap informasi dengan hati-hati serta pada kesempatan yang sama dapat menyampaikan ide dan gagasannya tentang berbagai macam isu kerakyatan dengan argumentasi yang baik dan menarik.

“Sehingga dengan begitu diharapkan kader BMI semakin responsif terhadap isu kerakyatan khususnya yang ada di Banten melalu ruang media sosial yang terbuka lebar, serta mengasah daya kritis dan intelektualitas para kader,” ungkapnya.

Adapun pengisi materi untuk sesi ini adalah para pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI, mulai dari Ketua Umum BMI Farkhan Evendi, Wakil Sekjen Aditiya Utama, Departemen Kajian dan Opini Publik Lency Pramono, hingga dari tim pengelo media BMI Aryo Wisnu Groho.

“Target utamanya adalah agar kader BMI mampu mengelo isu yang berkembang dan meresponnya secara baik dengan memanfaatkan sarana yang ada yaitu media sosial,” pungkas Candra.

Categories
Berita Umum

Organisasi Pemuda Kagum Isi Materi Perkaderan BMI

Perkaderan BMI Layak Ditiru Organisasi Pemuda. Perkaderan yang ciri khas materinya kekinian oleh BMI dinilai layak ditiru oleh organisasi pemuda, hal ini disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP Aliansi Pemuda Nasional (APN) Wardatul Hasanah. Materi seperti Analisa Sosial, Tekhnik beropini dan strategi bermedia sosial juga merupakan materi kekinian yang perlu dimasukkan dalam kurikulum perkaderan. “Kami menyampaikan apresiasi kepada BMI, Ketum DPN Bintang Muda Indonesia Farkhan Evendi, Ketua DPD BMI Banten, yang telah menginspirasi generasi muda, semoga BMI semakin kuat menjalankan cita cita dari Demokrat dan visi AHY menuju Kursi Presiden 2024″ujar Wardatul Hasanah

Categories
Berita Umum

Organisasi Pemuda Apresiasi Materi Kekinian Yang Ada Dalam Perkaderan BMI

Perkaderan BMI Layak Ditiru Organisasi Pemuda. Perkaderan yang ciri khas materinya kekinian oleh BMI dinilai layak ditiru oleh organisasi pemuda, hal ini disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP Aliansi Pemuda Nasional (APN) Wardatul Hasanah. Materi seperti Analisa Sosial, Tekhnik beropini dan strategi bermedia sosial juga merupakan materi kekinian yang perlu dimasukkan dalam kurikulum perkaderan. “Kami menyampaikan apresiasi kepada BMI, Ketum DPN Bintang Muda Indonesia Farkhan Evendi, Ketua DPD BMI Banten, yang telah menginspirasi generasi muda, semoga BMI semakin kuat menjalankan cita cita dari Demokrat dan visi AHY menuju Kursi Presiden 2024″ujar Wardatul Hasanah

Categories
Berita Umum

DPP APN Temui Politisi Gerindra Hisar Tambunan

Ketua Umum DPP Aliansi Pemuda Nasional Abdullah Amas menemui Tokoh ACTA (Advokat Cinta Tanah Air)  Hisar Tambunan (HT) .  Hisar Tambunan yang juga Politisi Gerindra/Mantan Pimpinan Tim Advokasi Prabowo maupun Anies-Sandi di 2016/2017 menerima Ketum DPP APN di ruang kerjanya.  “Sudah lama ga ketemu, kedatangan saya bermaksud meminta Bang HT Jadi salah satu Dewan Pembina DPP Aliansi Pemuda Nasional (DPP APN) maupun Dewan Pembina DPW APN DKI” ujar Abdullah Amas

Categories
Berita Umum

Hari Anak Nasional Menurut Sayap Partai Demokrat

Hari Anak Nasional, AHY pendidik terbaik

Hari Anak Nasional, menurut Waketum DPN Bintang Muda Indonesia, Sri nurnaningsih atau akrab disapa Rie Dharmah memiliki makna khusus bagi Anak Indonesia dan Orang Tua

Perempuan muda yang kalem dan lembut ini menyukai anak2 muda dan kaum pinggiran yng lemah dan terbelakang

“Di Hari Anak, kita merenungkan bahwa Anak memberikan semacam dermaga bagi kita kaum pergerakan partai politik di rumahlah kita mencurahkan segala lelah sekaligus ikut mendidik anak di kesempatan yang ada”ujar Srie Nurnaningsih, Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia

Sri menambahkan tak masalah anak-anak hadir dalam acara santai Bintang Muda Indonesia sebagai bentuk menumbuhkan cinta rakyat pada BMI dan Partai Demokrat sambil diajarkan sosok Aira sosok Cucu SBY yang berprestasi

“Bagi Kader Bintang Muda Indonesia tentu terus mendorong lahirnya pendidikan untuk semua anak Indonesia, perlindungan anak melalui revitalisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Mengapresiasi lembaga-lembaga dan komunitas sosial yang memberikan pendidikan cuma-cuma kepada anak tidak mampu serta mengapresiasi orang tua-orang tua Indonesia yang telah memberikan bekal pendidikan karakter dan moral bagi putra-putrinya”ujar Waketum DPN Bintang Muda Indonesia ini

Ia menambahkan sangat mengapresiasi bila ada kader yang mau membentuk akademi sepakbola bintang muda untuk mengembangkan minat anak muda yang ingin berkarier di dunia sepak bola

“intinya anak-anak hari ini adalah calon pengisi kemerdekaan Indonesia kedepan yang harus disiapkan dengan penuh kasih dan pengetahuan” ujar Rie, sapaan akrab waketum DPN Bintang Muda Indonesia itu

Categories
Berita Umum

Sapma Pancasila, BMI, GP Anshor, Pemuda Muhammadiyah dan Perhimpunan Pemua Hindu Indonesia Bersama Menolak RUU HIP

Sapma Pancasila, BMI, Pemuda Pancasila, Ansor, Perhimpunan Pemuda Hindu Tolak RUU HIP

Hal ini ditegaskan oleh 5 Elemen kepemudaan itu, jika pemerintah tidak mengindahkan, kami akan mendatanginya DPR/MPR, baleg, bpip dan presiden

Presiden diharapkan segera mengeluarkan surat presiden penghentian RUU HIP

GP Anshor, Sapma Pancasila, Pemuda Muhammadiyah, BMI dan Perhimpunan pemuda Hindu juga membentuk Pemuda Siaga Pancasila sebagai gerakan bersama menolak RUU HIP, meminta pemerintah fokus atasi pandemi dan bahaya kelaparan di era covid-19